Tuesday, August 3, 2010

The Rainbow After The Rain

 Entah darimana aku harus mulai bercerita. bercerita tentang apa yang sesungguhnya aku rasakan saat ini. perasaan yang memberi warna lain dalam hidupku.
kali ini warna kuning dan warna biru yang datang untuk menguji seberapa kuat warnaku.
warna kuning datang dengan sejuta keceriaan dan kegembiraan. aku hampir lupa bagaimana rasanya bersedih setelah warna kuning bercampur dalam warnaku. hanya tawa yang aku ingat.
disisilain, 
warna biru datang dengan ketenangan yang sulit aku jelaskan bagaimana rasanya. ketenangan yang membuatku enggan untuk melepaskanya untuk warna lain. ketenangan yang aku sadari telah bercampur juga dalam warnaku.

 Aku tidak mengatakan bahwa warna kuning tidak memberiku ketenangan dan warna biru tidak memberikanku keceriaan, hanya saja masing-masing warna mempunyai kelebihanya masing-masing yang pada akhirnya membuatku membutuhkan keduanya.

Kali ini kedua warna benar-benar sudah bercampur dalam warnaku. entah bagaimana aku harus memisahkanya menjadi warna nya kembali. aku tau bahwa akulah yang telah menyebabkan warna-warna ini bercampur. warna-warna lain pun mungkin menganggapku egois dan hanya memikirkan perasaanku sendiri. aku memang egois. sangat egois memang, menyakiti hanya untuk mendapat kebahagiaan tanpa memikirkan kebahagiaan mereka. tapi ini warna ku, yang aku tidak mempunyai kuasa penuh untuk mengaturnya, menahanya dan menyuruhnya pergi begitu saja. bahkan sekarang warna ini menjadi polos dan kosong, bukan aku yang mengaturnya. aku hanya berusaha membuat warna itu menjadi nyata dan jelas. entah ini warna yang menegaskan persahabatan atau perasaan yang lebih dari itu. dengan keduanya aku merasa nyaman dan merasakan adanya ketulusan. semoga ini hanya warna persahabatan agar tidak ada lagi yang tersakiti dikemudian hari.

Kudapati bahwa aku mempunyai pilihan dan harus memilih untuk melepaskan salah satu warna dan menyakitinya atau melepaskan kedua warna tersebut dan membiarkan mereka bersama warna lain yang lebih indah dan sempurna.

Waktu demi waktu aku jalani dengan perasaan yang tak menentu dan sungguh sulit untuk dijelaskan. terkadang aku hanya terdiam dan kemudian menangis.
pada akhirnya warnaku memutuskan untuk Tidak memilih keduanya dan melepaskan kedua warna tersebut untuk warna indah yang lain

Aku mungkin akan melukai perasaanku sendiri dan membuatku merasa kehilangan atas keputusanku. karna warna kuning memutuskan untuk menjauhiku untuk melupakan warnaku. tentu saja aku merasa kehilangan tetapi aku tidak akan menahanya lebih lama lagi untuk merasakan sakit karna ku. 
warna biru, ia tetap bersama warnaku, tapi ia berjanji untuk berusaha melupakan rasa untuk warnaku dan merubah warna itu untuk persahabatan. 


Kata maaf selalu membuatku menangis mengingat betapa hangatnya warna yang mereka berikan tapi aku tak bisa membalasnya dengan warna yang sama dan justru malah menyakiti mereka. sungguh tak ada niat untuk menyakiti kedua warna indahku, tapi ini aku dengan warnaku. andai aku tahu ada jalan lain yang bisa aku lewati agar tidak menyakiti kedua warnaku, seberapa sulit pun akan aku lewati.
 Tak lupa terimakasih yang amat sangat atas semua warna yang mereka berikan untukku, aku tidak akan melupakan betapa indahnya warna yang mereka berikan untukku. 

Lagi-lagi aku merasakan sesuatu menetes dari mataku. untuk menceritakan kembali tentang kedua warna indahku. bagaimanapun kedua warna tersebut berhak bahagia dan menemukan warna lain untuk menjadikanya sebuah pelangi. 

aku harap setelah ini dengan atau tanpa warnaku aku harap kedua warna itu akan tetap menjadi warnanya masing-masing, memberikan keceriaan dan ketenangan untuk warna-warna lain. tidak ada hujan yang turun lagi tanpa adanya pelangi. saat hujan dan pelangi itu datang, disaat itulah aku akan selalu mengenang indahnya warna pelangi karna warna mereka.
dan aku...
aku akan tetap menjadi warnaku..
sampai warna lain akan menemukanku. nanti dan sampai akhir.




 

2 comments: